Manfaat dan Bahaya Mengkonsumsi Jengkol

Buah jengkol di beberapa tempat di indonesia merupakan salah satu makanan favourite yang di hidangkan sebagai menu utama, jengkol bisa di sajikan dalam bentuk lalapan ataupun dalam bentuk sayuran, selain itu jengkol juga sudah di populerkan dalam bentuk cemilan yang berupa kerupuk jengkol. Tahukah anda di samping aroma yang tajam, Ternyata jengkol memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan. Tahukah kamu apa saja manfaat jengkol dan bahayanya untuk kita? Namun perlu di waspadai bagi penderita ganguan ginjal untuk tidak mengkonsumsi jengkol, selain itu mengkonsumsi jengkol agar menggunakan batasan- batasan tertentu yang tujuanya untuk terhindar dari asam jengkolan yaitu dengan mengkonsumsi sebanyak 3 sampai 10 gram/ hari akan baik bagi kesehatan.

jengkolku

jengkolku

Apa saja manfaat jengkol untuk kesehatan anda?

Jengkol memiliki protein yang cukup tinggi, bahkan hebatnya lagi kandungan protein dalam buah jengkol melebihi angka protein dalam kandungan kacang kedelai dan kacang hijau
Jengkol memiliki kandungan zat besi , di mana zat besi di butuhkan untuk mengatasi kekurangan produksi dan pembentukan sel darah merah, sehingga jika wanita saat datang bulan di wajibkan untuk mengkonsumsi jengkol agar tidak terkena anemia atau kekurangan darah.
Jengkol memiliki kandungan kalsium dan fospor yang berfungsi untuk mencegah osteoporosis (tulang keropos) serta untuk kekuatan gigi dan tulang anda.
Jengkol memiliki kandungan Vitamin yang lengkap di antaranya fitamin A, B1 dan B2 serta C yang dapat membantu kesehatan mata serta dapat mengusir radikal bebas dalam tubuh, serta jengkol mengandung mineral yang dapat memicu keluarnya urine/ Air kencing. Namun kembali lagi ke atas bagi penderita gangguan ginjal agar tidak mengkonsumsi jengkol.

Bahaya Mengkonsumsi Jengkol Telalu Banyak

Jengkol mengandung asam jengkolat atau jengkolic acid, ini satu-satunya nama ilmiah yang pakai bahasa Indonesia. Asam jengkolat bersifat sama dengan uric acid (asam urat), yang dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kristal-kristal dalam urine.
Asam jengkolat (jengkolic acid) adalah sejenis asam amino yang terkandung dalam biji jengkol. Endapan asam jengkolat membentuk kristal berujung runcing yang bisa melukai pembuluh darah di ginjal dan saluran kencing.
Inilah sebabnya mengapa orang yang sering makan jengkol akan jarang buang air kecil. Bila dibiarkan terus-menerus bisa menyebabkan terbentuknya batu ginjal.
Kencingnya tidak bisa keluar karena mengalami retensi urine, atau sering juga disebut kejengkolan.
Untuk mengatasinya, asam jengkolat bisa larut dengan menggunakan bikarbonat yang bersifat basa.
Jadi kalau habis makan jengkol minum air putih yang banyak atau minum soda agar tidak terjadi retensi urine

Orang yang kejengkolan atau keracunan jengkol bisa mengalami gejala berikut :
Merasakan nyeri perut
Mual-muntah
Susah buang air kecil atau disebut juga ‘anyang-anyangan’.
Pada tingkatan yang lebih parah, volume air kencing yang dikeluarkan berkurang dan kadang-kadang disertai bercak darah.

Manfaat dan Bahaya Mengkonsumsi Jengkol | rasyid93 | 4.5