Tidak Semua Lemak Itu Berbahaya, Ini Contohnya

Mengonsumsi lemak tak selalu buruk bagi kesehatan, asalkan kita memilih jenis yang tepat. Ada berbagai jenis lemak yang sebenarnya justru bermanfaat positif. Studi terbaru telah menunjukkan bahwa nasihat standar untuk menghindari lemak mungkin tidak tepat.

buah alpukat

buah alpukat

Dalam penelitian terbaru yang mengamati pola makan 126.000 orang dan diikuti selama 23 tahun, tim peneliti mencatat jenis lemak yang dikonsumsi seseorang pada awal studi dan setiap dua tahun sekali, sampai akhir masa penelitian.

Konsumsi asam lemak tidak jenuh ganda dan lemak tidak jenuh terkait dengan penurunan risiko kematian. Sebaliknya, lemak yang perlu dihindari adalah lemak jenuh dan lemak trans.

Bila dibandingkan dengan konsumsi karbohidrat, makan lebih banyak lemak jenuh terkait dengan peningkatan angka kematian.

Contoh makanan yang mengandung lemak tidak jenuh dan lemak tak jenuh ganda ganda misalnya minyak zaitun, minyak kedelai, minyak biji bunga matahari, atau ikan laut dalam seperti salmon, makarel, atau ikan herring. Sumber lainnya antara lain kacang-kacangan, tahu, dan kedelai.

Manfaat dari lemak tak jenuh ini antara lain menurunkan kadar Kolesterol jahat sehingga dapat menekan risiko penyakit jantung dan stroke. Jenis lemak ini juga mengandung nutrisi yang menjaga fungsi sel. Minyak yang mengandung lemak tidak jenuh juga mengandung vitamin E dan antioksidan.

Sementara itu, jenis lemak yang perlu dibatasi antara lain lemak trans yang bisa kita dapatkan dari berbagai jenis makanan yang diproses, gorengan, daging merah, mentega, susu, dan sebagainya.

Walau demikian, studi terbaru menyebutkan bahwa konsumsi butter yang sebenarnya mengandung lemak jenuh tinggi ternyata tidak terlalu berbahaya, bahkan bagi orang yang menderita diabetes tipe 2.

Baca juga : Cara menghilangkan selulit di paha

Tidak Semua Lemak Itu Berbahaya, Ini Contohnya | rasyid93 | 4.5